Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

AKU & PRESIDEN SBY

           Aku adalah segelincir hamba Allah yang ditaqdirkan hidup dibumi Indonesia. Sedangkan SBY adalah presiden dan pemimpinku. Dan aku ketahui beliau adalah seorang muslim, dan aku belum melihat beliau melakukan tindakan kekufuran yang nyata. Kewajibanku, sebagai anak bangsa adalah selalu mentaati perintahnya selama perintah itu tidak melanggar Syari’at Tuhanku.
Read More..

Jumat, 08 Juni 2012

Wali Allah dan karomah yang dianugerahkan kepada mereka.

Karomah menurut pengertian etimologi berasal dari kata karuma, artinya kemuliaan. Sedangkan menurut pengertian terminologi adalah kejadian luar biasa, tidak untuk melawan dan tidak untuk mengaku nabi, Allah menampakkan kepada walinya yang beriman, untuk menolong urusan dien atau duniawinya. (Syarah Ushul I’tiqad ahlus-Sunnah wal-Jama’ah 9/15, al-Minhatul Ilahiyah fi Tahdzib Syarah at-Thahawiyah halaman 387).
Read More..

SISTEMATIKA PENULISAN TAFSIR DALAM PERSPEKTIF MADZHAB AHLI HADITS.

A.    Menafsirkan ayat dengan menggunanakan ayat al-Qur an.
Ayat al-Qur an antara satu dengan yang lain saling berhubungan, baik secara makna, hukum atau kisah, dan terkadang asbab al-Nuzul juga berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan seluruh ayat al-Qur an diturunkan dari dzat yang satu, yang isinya sama sekali tidak diragukan dan pasti suatu kebenaran  mutlak yang tidak ada pertentangan di dalamnya, sebagaimana firman-Nya :
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
    Artinya :
“ Maka tidaklah mereka menghayati (mendalami) al-Qur an? Sekiranya (al-Qur an) bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya, (QS. Al-Nisa’: 82).
Read More..

Rabu, 30 Mei 2012

MENGENAL ALLAH DENGAN TAUHID

Oleh: Ust. M. Marzuki

Sudah menjadi keharusan bahkan kewajiban bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan RosulNya untuk memiliki Aqidah Shohihah(yang benar), yang tidak tercampuri didalamnya keSyirikan dan keBid’ahan. Islam yang mulia ini jauh-jauh hari bahkan berabat-abat tahun silam telah mengajarkan melalui RosulNya yang mulia Salallhu ‘alaihi wasalam tentang Aqidah Shohihan ini, yaitu dengan mendakwahkan dakwah tauhid(mengesakan Allah) kepada umatnya.Tauhid dalam kepribadian muslim bagaikan pondasi pada sebuah bangunan atau bagiakan akar pada sebuah pohon, manakala pondasi dan akar tersebut tidak kuat, maka yang timbul adalah kerusakan dan bencana. Begitu halnya bagi seorang muslim apabila ibadahnya dan kehidupannya tanpa dilandasi dengan tauhid yang benar, maka yang timbul kerusakan dan bencana pula.Namun apabila pondasi pada sebuah bangunan, akar pada sebuah pohon, dan Aqidah Shohihah pada seorang muslim itu baik dan kokoh maka akan mendatangkan ketenangan, ketentraman, dan kebaikan(bagi dirinya dan yang lain).
Read More..