Oleh: Ust. Bambang Tri Wantoro
Diriwayatkan dari Jundub bin Abdillah radhiyallahu’anhu, ia berkata, “ Kami pernah bersama rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika kami masih muda mendekati usia baligh. Kami belajar kepada beliau tentang keimanan sebelum kami belajar al-Qur an. Selanjutnya, kami belajar al-Qur an dan dengannya keimanan kami semakin bertambah (HR. ibnu majah).
Jundub menuturkan kepada kita semua satu sisi pembelajaran yang telah dilupakan oleh kebanyakan penuntut ilmu masa sekarang ini, banyak majelis ilmu yang meninggalkan pembelajaran keimanan berikut masalah-masalahnya. Sehingga kita jumpai sebagian penuntut ilmu mengira bahwa representasi ilmu adalah mempelajari hukum-hukum dan ibadah semata, menghimpun pendapat ulama’ dan perselisihan di antara mereka, yang kemudian menjadikan lupa dengan pondasi dan akar masalah, yaitu akidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Setelah mengetahui hal ini kita dapat memberikan penilaian obyektif, yang mana terkadang terjadi kesenjangan antara ilmu yang dibawa sebagian orang dengan tingkah laku kesehariannya, sehingga perilaku tidak mencerminkan ilmunya.
Generasi salaf memahami betul hakekat ini, mari kita simak apa yang dikatakan ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu,
Read More..