Tampilkan postingan dengan label SHIROH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SHIROH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

Urgensi Belajar Sirah (sejarah)

Alloh ‘Azza wajalla telah berjanji untuk menanggung dan memelihara adz-Dzikir sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS.al-Hijr:9).
Read More..

Minggu, 16 September 2012

Pelajaran di Bulan Syawal.

Sahabat pembaca sekalian, pada kesempatan kali ini Buletin da’wah dan pendidikan Roudhotul Muhibbin akan membahas mengenai Bulan Syawal, Bulan ini dalam penanggalan atau Kalender Hijriah islam, adalah bulan ke-10. Arti kata syawal adalah naik, ringan, atau membawa (mengandung). Disebut demikian karena dahulu, ketika bulan-bulan hijriyah masih ‘disesuaikan’ dengan musim (praktek interkalasi), suhu udara di bulan ini meningkat karena berada pada musim panas seperti halnya Ramadhan. Selain itu, biasanya orang Arab mengamati bahwa pada bulan inilah unta-unta mengandung atau menaikkan ekornya sebagai tanda tidak mau dikawini. Karenanya, orang Arab Jahiliyah juga memiliki kepercayaan bahwa bulan ini ‘tidak baik’ dan melihat pernikahan di bulan Syawal akan berakhir sial. Kepercayaan ini dihapus oleh islam dengan peristiwa pernikahan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam di bulan tersebut.
Read More..

Jumat, 29 Juni 2012

Ahli Al-Qur’an dikalangan anak-anak para salaf

       Al-Quran adalah pedoman dan pondasi kebangkitan umat. Dengan al-Qur an, Allah ‘Azza wajalla menyelamatkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Karena itulah, hal pertama yang menjadi perhatian generasi muda sahabat adalah al-Qur an, dengan cara menghafal dan mempelajarinya.
Read More..

Senin, 04 Juni 2012

Kisah Salaf Dalam Menuntut Ilmu

 Oleh: Ust. Bambang Tri Wantoro

Diriwayatkan dari Jundub bin Abdillah radhiyallahu’anhu, ia berkata, “  Kami pernah bersama rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika kami masih muda mendekati usia baligh. Kami belajar kepada beliau tentang keimanan sebelum kami belajar al-Qur an. Selanjutnya, kami belajar al-Qur an dan dengannya keimanan kami semakin bertambah (HR. ibnu majah no.61).
Jundub menuturkan kepada kita semua satu sisi pembelajaran yang telah dilupakan oleh kebanyakan penuntut ilmu masa sekarang ini, banyak majelis ilmu yang meninggalkan pembelajaran keimanan berikut masalah-masalahnya. Sehingga kita jumpai sebagian penuntut ilmu mengira bahwa representasi ilmu adalah mempelajari hukum-hukum dan ibadah semata, menghimpun pendapat ulama’ dan perselisihan di antara mereka, yang kemudian menjadikan lupa dengan pondasi dan akar masalah, yaitu akidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah.
Read More..

Rabu, 30 Mei 2012

AGAMA-AGAMA BANGSA ARAB JAHILIAYAH

Oleh: Ust. Bambang Tri Wantoro

Dahulu sebagian besar bangsa Arab mengikuti ajaran Isma’il alaihis Salam tatkala diserukan kepada mereka agama bapaknya, Ibrahim alaihis Salam. Mereka beribadah kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Setelah berlalu waktu yang cukup lama, mereka melupakan peringatan yang telah disampaikan kepada mereka, namun masih tersisa tauhid dan beberapa syi’ar dari agama Ibrahim, sampai datang Amru ibnu Luhay, pemimpin Khuza’ah.
Amru ibnu Luhay memiliki perilaku yang mulia, seperti ramah, jujur, dan semangat terhadap agama sehingga ia dicintai oleh manusia. Dia didekati oleh banyak orang, karena mereka mengira bahwa ia adalah ulama’ besar.
Read More..

Selasa, 29 Mei 2012

Urgensi Belajar Keimanan dan Menanyakan ILmu kepada Ahlinya

Oleh: Ust. Bambang Tri Wantoro

Diriwayatkan dari Jundub bin Abdillah radhiyallahu’anhu, ia berkata, “ Kami pernah bersama rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika kami masih muda mendekati usia baligh. Kami belajar kepada beliau tentang keimanan sebelum kami belajar al-Qur an. Selanjutnya, kami belajar al-Qur an dan dengannya keimanan kami semakin bertambah (HR. ibnu majah).
Jundub menuturkan kepada kita semua satu sisi pembelajaran yang telah dilupakan oleh kebanyakan penuntut ilmu masa sekarang ini, banyak majelis ilmu yang meninggalkan pembelajaran keimanan berikut masalah-masalahnya. Sehingga kita jumpai sebagian penuntut ilmu mengira bahwa representasi ilmu adalah mempelajari hukum-hukum dan ibadah semata, menghimpun pendapat ulama’ dan perselisihan di antara mereka, yang kemudian menjadikan lupa dengan pondasi dan akar masalah, yaitu akidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Setelah mengetahui hal ini kita dapat memberikan penilaian obyektif, yang mana terkadang terjadi kesenjangan antara ilmu yang dibawa sebagian orang dengan tingkah laku kesehariannya, sehingga perilaku tidak mencerminkan ilmunya.
Generasi salaf memahami betul hakekat ini, mari kita simak apa yang dikatakan ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu,
Read More..